Pelestarian Silat Tradisional: Eksibisi Dokumenter 3 Maestro Kuntau di Musi Rawas Utara Sukses Digelar
MUSI RAWAS UTARA – Upaya pelestarian seni bela diri Nusantara terus digencarkan. Dalam rangka menyukseskan Program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2025, kegiatan “Dokumentasi, Eksibisi, dan Akselerasi 3 Maestro Kuntau (Silat Tradisional)” akan dilangsungkan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Panitia penyelenggara mengonfirmasi adanya penyesuaian waktu pelaksanaan dari jadwal awal yang tercantum di dalam proposal. Langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan kondisi teknis di lapangan guna memastikan efektivitas dan kelancaran pelaksanaan kegiatan pelestarian budaya ini.
Ketua Panitia Penyelenggara, Puput Andriana, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan output kegiatan.
“Penyesuaian ke tanggal 30 Desember 2025 ini murni untuk memastikan kualitas dokumentasi dan eksibisi berjalan maksimal. Kami ingin aksi ketiga maestro Kuntau ini terekam dengan sempurna, terutama saat berada di lokasi bersejarah Percandian Lesung Batu. Secara substansi dan tujuan, target program Pemajuan Kebudayaan ini tidak berkurang sedikit pun, justru kami persiapkan lebih matang,” ungkap Puput Andriana.

Adapun rincian penyesuaian jadwal dan lokasi pelaksanaan kegiatan 3 Maestro Kuntau adalah sebagai berikut:
- Waktu Pelaksanaan: 30 Desember 2025
- Tempat Pelaksanaan: 1. Kawasan Percandian Lesung Batu dan Tingkip, Kabupaten Musi Rawas Utara.
2. Aula Siti Rahma RM, Kabupaten Musi Rawas Utara.
Pemilihan lokasi ini tidak hanya memberikan nuansa historis, tetapi juga membawa dampak positif bagi roda perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dan pemerhati budaya diharapkan mampu menghidupkan sektor pariwisata dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) setempat.
Hal ini diamini oleh Oksa Enjeli, salah satu perwakilan pelaku usaha dan ekonomi kreatif di kawasan Musi Rawas Utara. Ia menyambut baik kegiatan eksibisi budaya berskala nasional ini.
“Acara budaya seperti eksibisi Kuntau ini sangat membantu pergerakan ekonomi lokal, terutama bagi kami pelaku UMKM. Dengan digelarnya acara di Kawasan Percandian Lesung Batu dan fasilitas lokal seperti Aula Siti Rahma RM, ini menjadi ajang promosi wisata daerah kita. Kami harap acara seperti ini bisa memancing lebih banyak wisatawan datang ke Muratara dan meningkatkan pendapatan usaha kecil di sekitar lokasi,” tutur Oksa Enjeli.
Kegiatan Dokumentasi, Eksibisi, dan Akselerasi 3 Maestro Kuntau ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mendata, melestarikan, dan mengenalkan kembali warisan silat tradisional kepada generasi muda, sekaligus menggerakkan ekonomi kebudayaan di wilayah Sumatera Selatan.

Dukungan penuh dari elemen masyarakat juga mengalir deras untuk kegiatan ini. Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Musi Rawas Utara, Indra Yani, M.Pd., turut memberikan apresiasi dan menyatakan komitmen lembaganya dalam mengawal pelestarian budaya daerah.
“Sebagai organisasi pemuda, kami di Pemuda Pancasila sangat mendukung penuh kegiatan pelestarian warisan leluhur seperti Silat Kuntau ini. Ini adalah identitas dan kebanggaan daerah yang wajib dipertahankan oleh generasi muda agar tidak punah ditelan zaman. Kami mengapresiasi panitia dan siap bersinergi untuk menyukseskan acara yang sangat bernilai ini di bumi Muratara,” tegas Indra Yani, M.Pd.
Bagi masyarakat maupun pemerhati budaya, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen keberlanjutan dari Program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan dalam merawat kearifan lokal Nusantara. (Nuswantara)
